Dunia Yang Tak Kualami

Jauh sebelum saya beranjak dewasa ketika masih SD iseng iseng diajak teman jual sampah. Namun sampah itu berisi kertas koran dan botol bekas. Bertiga kami bawa ke penampung barang bekas. Setelah ditimbang dan dikalkulasi kami dapat uang sekitar seribuan lebih. Wah uang yang besar untuk ukuran kami saat itu.

Uang itu kami gunakan beli jajan,es dan beberapa batang rokok. Hehehe temanku dua itu sudah mula mula merokok kemudian mengajak aku juga. Merokok di sawah biar aman dari jangkauan ortu dan tetangga.

Anehnya kebiasaan mencari uang terus merasuki, giliran main ke terminal angkutan. Ada kakak teman sekolah jual es lilin. Kemudian ia mengajakku juga berjualan. Tentu ambil dari juragan sekitar rumah. Es masuk dalam termos berjumlah kurang lebih 50 an. Hasil hitung sendiri dan bilang ke juragan bawa sekian. “Iya le ati ati tak dungakno laris ,aamiin”. Begitu biasanya kata pengantar dari juragan kepada kami yang berjualan es lilin.

Tiba di terminal kami jajakan es es itu sampai habis kadang juga sisa, seharga 50 rupiah. Uang yang lumayan buat jajan saat itu. Keuntungan tiap es yang kami jual 25 rupiah tiap batang es lilin. Untung yang sangat besar jika habis dikali 50. Serasa berpenghasilan tinggi macam pekerja pabrikan hehehe.

Pulang ke rumah juragan setor dan sering dikasih es lilin gratis se kresek kadang 5 sampai 10 batang es lilin. Sudah dapat uang masih dapat es lilin gratis. Hidup sungguh indah asal kita mau mencoba.

Pernah suatu hari ada pelanggan memuji ” pinter kowe le , Sik cilik wes golek duwek dewe”. Begitu kira-kira pujian pelanggan kepada saya. Saya sendiri baru ngeh bertahun kemudian bahwa usia saya yang masih 7 tahun saat itu. Anak kecil tahunya hanya senang dapat uang tanpa berharap pujian. Dan ini ternyata karakter saya yang abadi tidak butuh pengakuan hanya berkarya dan berkarya.

Namun sebagai manusia biasa kadang saya juga absurd. Berharap imbalan lebih padahal keahlian pas pasan. Kadang tergantung mood yang ini buat psikotes sering buat kurva mirip parabola. Ujungnya nggak lulus tes dan diterima kerja di suatu perusahaan. Hehehe

Inilah hidup yang kadang tak pernah Kualami lagi saat sekarang. Bisa berjualan dengan rasa lepas seperti ketika aku kecil dulu. Saat sekarang berkejaran dengan pendapatan yang ngos ngosan. Entah sampai kapan.

Diterbitkan oleh tangguhmultirole

aku bekerja sesuai dengan keinginan dan mencoba berdamai dengan alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: